Friday, July 14, 2006
hmmmm ni'mat...
ketemuan dengan teman lama itu seharusnya merupakan hal yang menyenangkan. tukar-menukar kabar dan juga gossip tentang temen2, atau menertawakan hal2 jayus yang pernah dilakuin bareng2. pokoke sesuatu yang bisa dipercakapkan bareng2 lha. meski mungkin sebenernya dulu juga nggak akrab2 banget sama orang itu.
beberapa waktu lalu temen kuliah gw (gw selalu menganggap dia sebagai Ratu Salju yang hampir2 nggak punya perasaan dan emosi) yang juga dulu rumahnya tinggal nggak terlalu jauh dari rumah gw cerita, bahwa dia ketemu dengan teman kuliah kami (anggaplah si X). si X ini sejak jaman kuliah dulu memang telah terkenal sebagai oralist (nggak usah protes terjadap penggunaan istilah ini) yang lihai. kemampuan nya mampu membius dan membuat orang percaya akan kehebatannya.
singkat cerita, temen kuliah gw ini yang gw tahu sebagai orang berhati dingin dan nggak pernah meledak2, tiba menelpon gw dengan nafas terengah2 dan suara yang tertahan karena emosi. wow kata gw dalam hati, siapa pula yang berhasil membangkitkan ratu salju ini dari tidur abadinya???
ternyata si ratu salju ini bertemu dengan si X, di suatu acara launching buku, dimana si ratu salju menjadi salah satu penulis dan juga editornya. dengan begitu namanya tertulis dua kali di buku tersebut. naaaah, si X yang selama ini dikenal sebagai orang yang terkenal pandai dan juga begitu penuh dengan konsep tercengang karena si ratu salju yang selama masa kuliah hanya merupakan kutu buku dan kutu perpustakaan mampu membuat sebuah buku, dan dibiayai oleh sebuah perusahaan besar.
berikut kira2 percakapan antara X dan ratu salju yang berusaha gw sarikan, dari percakapan telepon kami, dengan suaranya yang sebentar2 meledak karena emosi...
Ratu Salju (R): "Hai X"
X: "Hai R"
X: "Loe ngapain disini?"
R: "Gw disini ya karena buku gw dilaunching disini" (nada mulai mendingin)
X: "Loe bikin buku ini?" *sambil langsung menyambar buku yang akan di launch tersebut dan membolak-balik halaman nya*
X: "kok nama loe nggak ada?" *underestimate tone*
R: "Liat donk bagian dalamnya" *muka daendels*
X: "Wah loe jadi editornya?" *nada nggak percaya yang tercermin lewat ekspresi wajahnya*
R: "Iya, gw jadi penulis dan juga editor bahasanya" *auman pertama*
X: "Kok bisa?" *umpan berlanjut*
R: "Ya bisa dong" *auman kedua*
X: "Ya udah kalo gitu gw nanti bakalan nanya pertama"
R: "Silakan aja" *sambil memamerkan taring*
gw asli nggak bisa menahan keheranan dan juga tawa pada saat percakapan di telpon itu berlangsung. betapa nggak pertama, si X nggak mengucapkan selamat karena R berhasil menerbitkan buku yang didanai oleh perusahaan besar. kedua, X merasa dikalahkan karena dia yang selama ini dikenal banyak orang kok kalah oleh R, yang dimatanya nggak punya pengalaman apa2 dalam hal dunia penerbitan buku. ketiga, ternyata buku tersebut direkomendasikan oleh beberapa orang terkemuka sebagai buku yang sangat layak untuk dibaca.
dengan ketiga kenyataan tersebut, R telah membuktikan kedigdayaan nya sebagai ratu salju dengan meng-KO si X. hmmmmmmm... dia bilang, rasanya sungguh ni'mat *dangdut mode on*
beberapa waktu lalu temen kuliah gw (gw selalu menganggap dia sebagai Ratu Salju yang hampir2 nggak punya perasaan dan emosi) yang juga dulu rumahnya tinggal nggak terlalu jauh dari rumah gw cerita, bahwa dia ketemu dengan teman kuliah kami (anggaplah si X). si X ini sejak jaman kuliah dulu memang telah terkenal sebagai oralist (nggak usah protes terjadap penggunaan istilah ini) yang lihai. kemampuan nya mampu membius dan membuat orang percaya akan kehebatannya.
singkat cerita, temen kuliah gw ini yang gw tahu sebagai orang berhati dingin dan nggak pernah meledak2, tiba menelpon gw dengan nafas terengah2 dan suara yang tertahan karena emosi. wow kata gw dalam hati, siapa pula yang berhasil membangkitkan ratu salju ini dari tidur abadinya???
ternyata si ratu salju ini bertemu dengan si X, di suatu acara launching buku, dimana si ratu salju menjadi salah satu penulis dan juga editornya. dengan begitu namanya tertulis dua kali di buku tersebut. naaaah, si X yang selama ini dikenal sebagai orang yang terkenal pandai dan juga begitu penuh dengan konsep tercengang karena si ratu salju yang selama masa kuliah hanya merupakan kutu buku dan kutu perpustakaan mampu membuat sebuah buku, dan dibiayai oleh sebuah perusahaan besar.
berikut kira2 percakapan antara X dan ratu salju yang berusaha gw sarikan, dari percakapan telepon kami, dengan suaranya yang sebentar2 meledak karena emosi...
Ratu Salju (R): "Hai X"
X: "Hai R"
X: "Loe ngapain disini?"
R: "Gw disini ya karena buku gw dilaunching disini" (nada mulai mendingin)
X: "Loe bikin buku ini?" *sambil langsung menyambar buku yang akan di launch tersebut dan membolak-balik halaman nya*
X: "kok nama loe nggak ada?" *underestimate tone*
R: "Liat donk bagian dalamnya" *muka daendels*
X: "Wah loe jadi editornya?" *nada nggak percaya yang tercermin lewat ekspresi wajahnya*
R: "Iya, gw jadi penulis dan juga editor bahasanya" *auman pertama*
X: "Kok bisa?" *umpan berlanjut*
R: "Ya bisa dong" *auman kedua*
X: "Ya udah kalo gitu gw nanti bakalan nanya pertama"
R: "Silakan aja" *sambil memamerkan taring*
gw asli nggak bisa menahan keheranan dan juga tawa pada saat percakapan di telpon itu berlangsung. betapa nggak pertama, si X nggak mengucapkan selamat karena R berhasil menerbitkan buku yang didanai oleh perusahaan besar. kedua, X merasa dikalahkan karena dia yang selama ini dikenal banyak orang kok kalah oleh R, yang dimatanya nggak punya pengalaman apa2 dalam hal dunia penerbitan buku. ketiga, ternyata buku tersebut direkomendasikan oleh beberapa orang terkemuka sebagai buku yang sangat layak untuk dibaca.
dengan ketiga kenyataan tersebut, R telah membuktikan kedigdayaan nya sebagai ratu salju dengan meng-KO si X. hmmmmmmm... dia bilang, rasanya sungguh ni'mat *dangdut mode on*

